Abstract

Model blended learning dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika untuk mengembangkan keterampilan generik sains. Beberapa hasil penelitian tentang keterampilan generik sains mahasiswa menjadi topik pendidikan yang harus segera dicarikan alternatif solusi. Pasalnya keterampilan generik sains sangat diperlukan dalam dunia kerja. Terlebih bagi seorang mahasiswa calon guru, dimana peran guru dituntut profesional karena berhubungan dengan sumber daya manusia. Salah satu model yang menjadi alternatif solusi bagi generasi yang disebut milenial adalah model blended learning. Mahasiswa calon guru fisika seyogyanya mampu memahami materi fisika dengan baik dan juga mampu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dicapai dengan melibatkan mahasiswa secara penuh dalam hal mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran melalui sintaks model blended learning yang meliputi: 1) mencari informasi, 2) akuisisi informasi, dan 3) sintesis pengetahuan.