Abstract

Nabi adalah satu-satunya manusia yang pernah menjalani peristiwa Isra’ Mi’raj, yaitu perjalan panjang dan menembus ruang dimensi lain dalam waktu yang sangat singkat. Beratus tahun setelahnya, manusia belum mampu mengungkapkan secara ilmiah bagaimana perjalanan tersebut dapat terjadi. Penelitian ini menarik karena selama ini peristiwa Isra’ selalu diasosiasikan dengan teori relativitas Einstein, padahal dilasi waktu pada teori berkebalikan dengan fakta peristiwa. Teori yang dikemukakan oleh ilmuan untuk mendukung peristiwa Isra’ Mi’raj belum dapat menjawab dengan akurat skenario peristiwa tersebut. Lebih dalam lagi, ilmuan hanya mampu menjelaskan melalui teori yang memungkinkan atau jika pun bisa pembuktian teorinya hanya dalam tataran mikroskopis.