Abstract

Abstrak


Bahasa merupakan medium bagi manusia untuk saling berinteraksi dengan manusia lainnya, di mana interaksi antar sesama manusia merupakan suatu hal penting dalam sebuah kelangsungan hidup manusia. Pemerolehan bahasa pada anak-anak khususnya pada usia 3-5 tahun merupakan proses awal yang penting dan harus dilatih, karena pada usia tersebut sedang terjadi pertumbuhan fisik untuk menuju sempurna. Gangguan berbahasa bisa terjadi apabila seseorang mengalami gangguan atau kelainan pada otak, di mana otak memiliki peran penting dalam kemampuan berpikir dan berbahasa. Jika otak mengalami gangguan maka kemungkinan orang tersebut akan mengalami kesulitan dalam berbahasa. Sehubungan dengan permasalahan gangguan berbahasa tersebut, maka masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah fenomena gangguan berbahasa yang terjadi pada anak usia 3-6 tahun dalam lingkungan masyarakat daerah Cisauk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif dengan metode simak. Penelitian ini memiliki dua orang narasumber sebagai data, dengan menganalisis tuturan yang mereka ujarkan. Dari hasil pembahasan, ditemukan fenomena gangguan berbahasa pada daerah Cisauk, Tangerang di antaranya yaitu gangguan berbahasa afasia wernicke, afasia broca, afasia anomik, dan jenis ganguan berbahasa lainnya yaitu disartria, dan disleksia. 


Kata Kunci:gangguan berbahasa, anak usia 3-6 tahun, afasia wernicke, afasia broca