Abstract

ABSTRAK


 


Media yang paling berperan dalam kegiatan berkomunikasi adalah bahasa. Adapun kegiatan berkomunikasi, konsep melindungi wajah positif dan negatif seseorang sangat penting untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran kesantunan positif ujaran kebencian netizen terkait pemilu 2019 di media sosial. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berusaha melakukan pendeskripsian tentang bentuk-bentuk pelanggaran kesantunan positif yang diungkapkan oleh netizen pada komentar di status media sosial calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019. Data pada penelitian ini berupa kata-kata, frasa, atau kalimat yang terdapat pada komentar di status media sosial calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019. Adapun objek penelitian ini ialah kata, frasa, atau kalimat yang menunjukkan adanya pelanggaran kesantunan positif pada komentar di status media sosial calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019. Triangulasi data dilakukan untuk memeriksa keabsahan data yang didokumentasikan. Triangulasi sumber digunakan untuk memeriksa keabsahan data. Selain itu, triangulasi peneliti juga digunakan untuk memperkuat keabsahan data yang diperoleh. Metode analisis data yang digunakan ialah metode padan. Metode pada referensial atau analisis konten dengan alat penentu referen bahasa digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini didukung dengan teknik baca markah dan small group discussion (SGD). Hasil analisis menunjukkan adanya 5 bentuk pelanggaran kesantunan positif, yaitu: (1) tindak merendahkan mitra tutur; (2) tindak menunjukkan rasa ketidakcocokan; (3) mengabaikan bentuk solidaritas kelompok; (4) tindakan acuh terhadap kebutuhan mitra tutur; dan (5) mengabaikan mitra tutur.


 


 


Kata kunci: ujaran kebencian, pelanggaran kesantunan positif, pemilu 2019, media sosial