Abstract

Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu, kesantunan ini biasa disebut “tatakrama”. Prinsip kesantunan terdapat sepuluh bidal yaitu Bidal Kebijaksanaan atau Kearifan (Tact Maxim), Bidal Kedermawanan (Generosity Maxim), Bidal Penghargaan (Approbation Maxim), Bidal Kesederhanaan (Modesty Maxim), Bidal Kemufakatan (Agreement Maxim), Bidal Kesimpatian (Sympathy Maxim), Bidal Permintaan Maaf (Obligation of S to O Maxim), Bidal Pemberian Maaf (Obligation of O to S Maxim), Bidal Perasaan (Feeling Reticente Maxim), Dan Bidal Berpendapat (Opinion Reticente Maxim). Tujuan analisis ini menjelaskan bentuk-bentuk pematuhan kesantunan berbahasa pada film Raksasa dari Jogja adaptasi novel karya Dwitasari. Objek yang diteliti analisis ini adalah film Raksasa dari Jogja. Data yang dianalisis berupa tuturantuturan yang mengandung pematuhan kesantunan berbahasa. Metode analisis menggunakan metode padan atau pencocokan. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil analisis dapat disimpulkan diperoleh 20 data yang mematuhi prinsip kesantunan dan hanya mematuhi 8 dari 10 bidal kesantunan milik Leech. Dari penelitian ini diharapkan dapat menemukan makna kesantunan berbahasa dalam film kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan