Abstract

Pada mata kuliah kalkulus peubah banyak, mahasiswa harus melibatkan penalaran analoginya dalam menyelesaikan soal fungsi dua variabel atau lebih dengan konsep dan prosedur yang telah dipelajari pada materi turunan dan integral satu variabel. Dengan kata lain, pemahaman materi turunan dan integral juga diduga dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan mahasiswa ketika jenjang pendidikan menengah atas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi mahasiswa matematika STKIP PGRI Sidoarjo berdasarkan latar belakang pendidikannya. Penelitian ini dilakukan kepada 31 mahasiswa matematika STKIP PGRI Sidoarjo angkatan 2015 yang sedang menempuh matakuliah Kalkulus peubah banyak. Penelitian ini di awali dengan memberikan angket untuk mengetahui latar belakang pendidikan mahasiswa dan dilanjutkan dengan tes penalaran analogi. Kemudian dipilih satu mahasiswa untuk setiap latar pendidikan untuk dilihat lebih lanjut penalaran analoginya melalui wawancara. Penelitian menunjukkan bahwa subjek IPA melakukan seluruh tahapan penalaran analogi yaitu enceoding, inferring, mapping, dan applying dengan tepat. Sementara subjek IPS, Bahasa, Teknik, dan Non Teknik tetap melakukan seluruh tahapan penalaran analogi, tetapi semuanya menggunakan konsep dan prosedur yang kurang tepat.