Penggunaan Media Video Pada Materi Perubahan Energi Kelas IV Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa
Keywords:
Media video,perubahan energi.pemahaman siswaAbstract
Media pembelajaran digunakan sebagai alat penunjang proses belajar untuk membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih efektif. Meskipun demikian, faktanya masih banyak pendidik yang tetap menggunakan cara mengajar konvensional.Metode konvensional artinya metode pembelajaran tradisional yang umum digunakan disekolah,yang berpusat pada guru dan melibatkan ceramah,pemberian tugas, dan penilaian. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi bosan, tidak fokus dan mengantuk saat pembelajaran berlangsung. Maka seiring berkembangnya zaman penting bagi guru untuk menggunakan media pembelajaran sesuai dengan generasi siswa sehingga siswa dapat memahami materi dengan efektif dan lebih menyenangkan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa efektif pembelajaran menggunakan media video dalam meningkatkan pemahaman siswa,mengevaluasi dan menilai dampak dari penggunaan media video untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri,dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru,sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian tindak kelas (PTK) yang memiliki 4 tahapan :perencanaan,tindakan,pengamatan,dan refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembar tes,observasi dan wawancara. Instrumen pada penelitian ini dengan lembar tes,observasi,dan wawancara. Teknis analisis yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di kelas IV SDIT Iqro' Bina Umat Malang dengan jumlah 21 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan pemahaman siswa,Hal tersebut terlihat dari pretest dari 21 siswa sebanyak 43% mampu melampaui nilai KKM. Kemudian setelah tindakan terjadi peningkatan nilai siswa dalam posttest menjadi 81% siswa mendapat nilai diatas KKM.Selain itu peningkatan juga terlihat pada hasil observasi pada pertemuan pertama diperoleh persentase sebesar 87% kemudian di pertemuan kedua meningkat menjadi 96%.
