PENGGUNAAN PUZZLE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN KELAS IV MI DARUNNAJAH

Authors

  • Salma Eka Maulidya Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Al Hikmah Surabaya Author
  • M. Misbachul Huda Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Al Hikmah Surabaya Author
  • Atika Maulidina Hs Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Al Hikmah Surabaya Author

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu faktor terciptanya minat belajar siswa yang akan berdampak pada meningkatnya kemampuan akademik siswa. Sebagaimana diperoleh informasi saat melakukan wawancara dengan guru kelas (survey lokasi kegiatan), bahwa minat dan hasil belajar siswa MI Darun Najah sebagai objek cukup baik. Selain itu diketahui pula jika dalam proses pembelajaran, guru menggunakan metode konvensional dengan mengadopsi metode ceramah dalam proses knowledge transfer (tranfer pengetahuan). Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan dua metode yaitu pertama: penyuluhan (sosialisasi) mengenai pentingnya inovasi dalam proses belajar serta penggunaan media belajar untuk menarik perhatian siswa saat proses belajar berlangsung, kedua: praktik dengan mempraktikkan pembelajaran menggunakan media puzzle pada materi ajar pecahan. Selama kegiatan dilaksanakan terlihat peningkatan minat siswa dalam proses belajar. Hasil pelaksanaan kegiatan menginformasikan bahwa ada peningkatan terhadap minat siswa dalam proses belajar namun belum dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Hal ini diperoleh berdasarkan wawancara dengan guru kelas pada tahap pemantauan pasca kegiatan. Selanjutnya sebagai evaluasi dan rekomendasi terhadap penelitian atau kegiatan PKM di masa datang, untuk lebih inovatif dalam memilih media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi agar lebih menarik minat siswa. penggunaan media puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa terhadap materi pecahan. Penerapan media puzzle mampu memfasilitasi aktivitas belajar yang lebih bermakna melalui manipulasi objek konkret, sehingga siswa lebih mudah mengonstruksi dan menafsirkan konsep pecahan secara visual maupun simbolik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2009). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Asmedy, A. (2021). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 2(2), 108–113.

Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Dahar, R. W. (2011). Teori belajar dan pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Dewi, N. A., & Wulandari, F. (2021). Pengembangan permainan edukatif sebagai media pembelajaran matematika sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 155–165.

Eriyanti, R. W., Cholily, Y. M., & Masduki, M. (2022). Meningkatkan kreativitas guru dalam inovasi pembelajaran berbasis HOTS untuk mengembangkan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 416–428.

Firmadani, F. (2020). Media pembelajaran berbasis teknologi sebagai inovasi pembelajaran era Revolusi Industri 4.0. Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional, 2(1), 93–97.

Fauziyah, N. (2021). Penggunaan media puzzle untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan Dasar, 4(2), 45–52.

Hamalik, O. (2018). Media pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Huda, M., & Lestari, S. (2021). Pengaruh permainan edukatif terhadap daya ingat dan konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 5(1), 22–30.

Hudojo, H. (2017). Pembelajaran matematika di sekolah dasar. Malang: UM Press.

Iswari, A. P., Sunarsih, E. S., & Tamrin, A. G. (2016). Perbandingan hasil belajar antara model pembelajaran konvensional dan Student Teams–Achievement Division (STAD). Jurnal Penelitian dan Pembelajaran, 3(1), 45–52.

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of teaching (8th ed.). Boston, MA: Pearson.

Nurhayati, S. (2020). Penggunaan media puzzle untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep matematika. Jurnal Pendidikan Matematika Dasar, 2(1), 30–38.

Suparno, P. (2013). Teori perkembangan kognitif Piaget. Yogyakarta: Kanisius.

Rahmawati, P., & Suryadi, A. (2020). Efektivitas media permainan edukatif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Pedagogik, 8(1), 12–20.

Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Harjito, H. (2014). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Sani, A. R. (2019). Pembelajaran berbasis HOTS. Tangerang: Tira Smart.

Sanjaya, W. (2017). Strategi pembelajaran: Berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.

Slameto. (2018). Belajar dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slavin, R. E. (2019). Educational psychology: Theory and practice (12th ed.). Boston, MA: Pearson.

Suherman, U. (2016). Penggunaan media konkret dalam memahami konsep abstrak pada pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Dasar, 4(2), 77–85.

Toha, U., & Khasanah, N. (2020). Komunikasi satu arah pada metode ceramah dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Kajian Ilmu Sosial, 4(1), 55–63.

Uno, H. B. (2016). Model pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Winkel, W. S. (2017). Psikologi pendidikan dan evaluasi belajar. Jakarta: Gramedia.

Yuliana, R. (2019). Penggunaan puzzle sebagai media pembelajaran matematika di sekolah dasar. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 3(2), 90–99.

Downloads

Published

2026-01-28